Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2016

" Jangan Membentak Suami ya Bunda....... Sainganmu Bidadari Surga"

Wajib di baca setiap muslimah yang merindukan Surga-Nya Allah Tabaraka Wata'ala ... .



Hukum membentak suami adalah tidak boleh, dan ini merupakan dosa besar!!
seorang suami adalah orang yang paling harus ditaati dan dihormati ole istri. Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasulullah dalam beberapa hadistnya menunjukkan betapa tinggi kedudukan suami bagi istrinya;

"Seandai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya."(HR. Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)

"Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/ bloeh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya..."(HR. Ahmad)

"Dan sebaik-baik istria adalah yang TA'AT  kepada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tidak suka membicarakan sesuatu yang tidak berguna, tidak cerewet dan tidak suka bersuara hingar-bingar serta setia kepada suaminya."(HR. An Nasa'i)

Jika suami berbuat keliru atau salah, maka sudah semestinya bagi sang istri untuk mengigatkan suami dengan baik, dengan nad lemah lembut, tidak membentak (bersuara keras), dan tidak pula menyinggung perasaannya. Sikap kasar istri terhadap suami - dan sebaliknya - menandakan kurangnya ilmu dan keburukan akhlak.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baiknya wanita - bagi suami - ialah yang menyenangkan ketika dilihat, patuh ketika diperintah, dan tidak menentang suaminya baik dalam hatinya dan tidak membelanjakan (menggunakan) hartanya kepada perkara yang dibenci suaminya."(HR. Ahmad)

Sebagaimana anak bisa dianggap durhaka kepada orang tua, maka istri juga bisa dikatakan durhaka pada suami ketika berani membentaknya. Wallahu A'lam.

Bidadari marah kepada istri yang memarahi suaminya. Jika seorang suami di bentak atau di dzalimi oleh istrinya, maka para bidadari di surga akan marah kepada istri yang memarahi suaminya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melaikan istrinya dari kalangan bidadari berkata, "Janganlah engkau menyakitinya". Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja dia akan meninggalkanmu menuju kepada kami."(HR. At - Tirmidzi)

Ini seharusnya menjadi pelajaran bagi para istri untuk tidak mendzalimi suaminya. saingannya berat, sanigannya bukan lagi madumu atau yang lain, namun saingannmu adalah Bidadari yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala mensifatkannya di dalam Al Qur'an. Diantara sifatnya adalah: 

"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buang anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya."(QS An Naba':31-33)

"Demikianlah, dan kami berikan kepada mereka bidadari."(QS. Ad Dhukhan: 54)

"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah."(QS. Ar Rahman: 72)

"Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik."(QS. Ar Rahman : 70)

"Sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. [1] Dan kami menjadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya."(QS. Al Waqi'ah: 35-37)

Hadist abdullah Ibnu Mas'ud Radiyallahu 'anhu:

"Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah mereka cahaya rembulan di malam purnama. Kelompok kedua seperti bintang kejora yang terbaik di langit. Bagi setiap orang dari ahli surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya dapat di lihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman merah dapat dilihat di gelas putih." (HR. Thabrani dengan sanad shahih).

Nah, para Bunda Sholehah, jangan mendzalimi  apalagi membentak suami kalian lagi ya...
Karna saigannya Bidadari surga loh.....


Read More

Sabtu, 24 September 2016

Ayah BAD MOOD beri Dampak Buruk pada Anak!

Tidak hanya ibu yang mempunyai peranan penting terhadap pertumbuhan anak, tetapi ayah juga memberi pengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan pribadi anak.

Seperti yang dikatakan Ronald P. Rohner, Ph.D. direktur Center for the Study of Parental Acceptance and Rejection dari University of Connecticut, bahwa kurangnya kasih sayang ayah, bentuk penerimaan serta penolakan yang dilakukan ayah bisa memberi dampak buruk terhadap perkembangan anak
sumber gambar: akuinginsukses.com
Banyak penelitian membuktikan bahwa kasih sayang dan penolakan dari ayah maupun ibu memberi pengaruh terhadap sikap, stabilitas emosi, kepercayaan diri serta pembentukan karakter anak, baik dalam segi positif maupun negatif.

Kita mungkin belum menyadari bahwa sikap ayah bisa memberi pengaruh negatif secara psikoligis, bahkan dalam masalah lebih besar, anak-anak bisa mengalami gangguan karakter, penyimpangan sosial, kenakalan dan penyalahgunaan obat-obatan. Sebaliknya, jika ayah bersikap baik dan positif terhadap anak, kemungkinan besar ini meningkatkan perkembangan terbentuknya karakter anak.



Dalam penelitian lain dari Michigan State University, menemukan bahwa tak hanya sikap ayah saja yang penting dalam hidup anak-anak, kesehatan mental ayah ternyata lebih kuat dampaknya terhadap perkembangan anak (vemale.com)



Untuk itu, seorang ayah seharusnya harus lebih bisa bersabar dan menahan emosi ketika sedang bad mood, karena bagaimanapun juga peran ayah di depan anak bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak nantinya.


Read More

Selasa, 20 September 2016

Kesalahan Pasca Melahirkan

Perubahan status menjadi ibu baru pascamelahirkan memang tidak mudah. Kebanyakan para ibu mengalami baby blues. Hal ini karena banyak hal yang belum diketahui para ibu baru soal mengurus anak. Sehingga banyak kekeliruan yang bisa saja merugikan ibu, bayi bahkan suami.
sumber gambar: dakwatuna.com

Tidak Tidur
Saat bayi lahir, biasanya pola tidur menjadi kacau balau karena siklusnya belum benar. Tapi, hal ini biasanya bisa diatasi dan hal ini butuh kecerdasan ibu. Hal yang paling penting adalah mengatur waktu dengan suami. Apabila bayi bangun tengah malam dan lapar, maka kita sebagai ibu wajib bangun untuk menyusui. Dan biasanya setelah bayi tenang dan ingin bermain, maka disanalah kita bisa bergantian dengan suami. Ibu juga harus bisa mencuri waktu tidur disiang hari, karena biasanya bayi lebih lama tidur pada siang hari.

Tak Punya Waktu
Sebelum bayi lahir, biasanya kita berfikir nanti pasti ada waktu ketika bayi tidur dan asyik bermain sendiri. Tetapi kenyataannya tidak seperti yang dibayangkan. Sarannya agar sang ibu tidak membuat jadwal atau merencanakan hal yang belum diketahui situasinya, karena jika kita sudah merencanakan itu semua, maka kita akan kecewa dan malah bingung sendiri. Biasanya dengan berjalannya waktu, ibu dapat mencari waktu sendiri disela-sela si bayi sedang tidur atau asyik bermain sendiri.

Membeli Semua Barang
Namanya juga anak pertama, semua barang kebutuhan bayi harus dibeli semua. Tapi, ini adalah hal akan merugikan keuangan keluarga ibu. Untuk mengetahui mana yang harus dibeli atau tidak janganlah sungkan untuk bertanya pada orang tua atau kerabat dekat yang sudah memiliki anak. Tahan juga hasrat untuk membeli pakaian dan aksesori bayi terlalu banyak, karena pertumbuhan bayi sangat cepat sehingga banyak barang yang tidak terpakai.

Terlalu Percaya dengan semua yang Didengar
Karena belum memiliki pengalaman mengasuh bayi, akhirnya ibu baru mendengarkan semua nasehat orang lain, apalagi orang tersebut sudah kita anggap pakar atau ahli dalam mengasuh anak. Padahal tidak semua nasehat mereka cocok dengan kondisi bayi kita. Kepekaan orang tua sangat diperlukan dalam mengasuh anak, jadi selain mendengar nasehat dari orang lain, ibu seharusnya memiliki naluri sendiri untuk mengasuh anaknya. Jadikan second opinion nasehat orang lain tersebut, yakinlah terhadap naluri ibu.

Terlalu Khawatir
Apa yang terjadi dengan bayimu kamu selalu khawatir, mulai dari menangis, tidak tidur dan tidak segera bangun untuk minum susu kamu cemas. Padahal, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Karena bayi perlu beradaptasi terhadap dunia barunya yang membuat prilakunya kadang berubah. Jika, kamu memang merasa aneh pada bayimu, lebih baik kamu segera konsultasikan kedokter, agar kamu lebih bersikap tenang. Tapi, selebihnya jangan terlalu bersikap khawatir kalau memang terjadi perubahan terhadap bayimu.

Mengabaikan Pasangan
Karena telalu fokus pada si kecil, kadang membuat istri lebih mendahulukan anaknya daripada suaminya. Dengan alasan suamimu lebih bisa mengurus keperluannya sendiri dari pada bayi yang baru lahir. Padahal, menjaga hubungan dengan suami tidak kalah penting. Kalau kamu mengabaikannya, nanti suami malah cemburu pada si bayi. Usahakan untuk meluangkan waktu saat pagi hari sebelum suamimu berangkat kerja atau malam hari sebelum tidur untuk bercerita. Jangan lupa untuk tetap mesra agar hubunganmu terjaga.

Read More

Kamis, 15 September 2016

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Jika Ingin Tambah Momongan

Keputusan untuk menambah momongan memang perlu dibicarakan oleh kedua belah pihak, karena hal ini tidak bisa diambil dengan membalikan telapak tangan. Dibutuhkan banyak pertimbangan agar tidak memberatkan masa depan.
sumber gambar: brilio.net

Berikut beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan ketika ingin menambah momongan.

Kesiapan.
Ada sebagian ibu yang masih trauma dengan melahirkan anak pertama sehingga ia belum siap untuk melahirkan lagi. Seorang ibu dan ayah juga diharapkan mampu mengasuh, mendidik, dan merawat anak kita kelak setelah lahir. Karena (belajar dari anak pertama) jika kita masih sering naik darah gara-gara si kecil yang super aktif, lebih baik kita pikirkan dulu untuk menambah momongan.

Usia.
Usia sangat berpengaruh terhadap ibu yang sedang hamil. Jika kondisi tubuh dirasa kurang baik untuk menambah anak, maka sebaiknya kita konsultasikan kedokter.

Jarak Usia Anak.
Biasanya hal ini berkaitan dengan biaya pendidikan dan lainnya. Maka, perhitungkan rentang terbaik untuk usia anak kita sebelum menambah momongan. Jangan terlalu mengikuti trend artis-artis yang baru melahirkan kemudian hamil lagi. Karena mereka pasti sudah sanggup untuk membiayai pendidikan dan mengasuh mereka kelak.

Keuangan.
Bertambahnya jumlah anak pasti sangat berpengaruh terhadap jumlah uang yang akan dikeluarkan untuk pendidikan, pertumbuhan, dan kesehatannya. Benar, banyak anak banyak rejeki. Tapi lebih baik kita pikirkan kembali bagaimana masalah finansial agar kebutuhan anak-anak dapat terpenuhi.


Read More

Rabu, 31 Agustus 2016

Jika Anakmu "Nakal" ini Solusinya

*Untuk segenap orang tua*

Refleksi Luar Biasa dr Mas Agus Purwanto, DSc.(dosen fisika ITS penulis buku Ayatt Semesta dan Nalar Ayatt Semesta,...Penggagas Trensains→ Sragen, →Jombang--Tebu Ireng-- dan →Yogja sekaligus pemilik Hak Cipta-nya)
Bagi para orang tua maupun dosen/guru yang untuk sementara waktu berprofesi sebagai pengganti orang tua di rumah. Selamat menghayati dan mengamalkan 👇



Urutan logika...siklus nakalnya anak dengan tidak bijaknya orang tua itu begini:

Karena anaknya nakal...maka orang tuanya murka.

Karena orang tuanya murka.. maka Allah juga murka.

Karena Allah murka...maka tidak turun rahmat di rumah itu.

Karena tidak turun rahmat di rumah itu...maka keluarga itu akan banyak masalah.

Karena keluarga itu banyak masalah...maka anaknya...tidak merasakan kebahagiaan dan tidak nyaman...sehingga akan makin nakal.


Prinsip inti siklusnya sebenarnya masih pada orang tua...yakni: 👇

Ridla Allah...berada pada ridlanya orang tua.

Murka Allah...berada pada murkanya orang tua.


Maka strategi paling efisien untuk memutus rangkaian siklus itu...Insya Allah ada pada bagian awal...yakni mencegah orang tua murka... Bila orang tua segera menghadapi anaknya...dengan kasih sayang dan tidak dengan kemurkaan ...maka orang tua itu...menunjukkan kepada Allah...bahwa mereka berdua ridla kepada anaknya...Tentu bukan ridla terhadap kenakalannya.. melainkan ridla kepada diri anaknya.


Dengan memastikan ridla kepada anak..maka orang tua akan dapat melakukan 3 tahap ini:

1. Segera memaafkan anaknya...tidak memarahinya sama sekali...dan segera berusaha memahami situasi apa yang sedang dihadapi anaknya.

2. Segera menemui...berdialog dan turut mendiskusikan...solusi terbaik apa yang harus diambil oleh anak...orang tua atau pihak lainnya...sambil terus mendoakannya.

3. Segera melupakan segala kesalahan anaknya tadi...dan tidak mengungkit-ungkitnya kembali.

                                                                                   وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).


Dengan konversi murka menjadi ridla...maka sekarang siklusnya jadi begini 👉 Suatu hari anak itu nakal...Orang tuanya...segera melakukan 3 tahap itu...dengan penuh kasih sayang...sebagai wujud keridlaan mereka kepada anaknya.

Karena orang tua anak itu ridla...maka Allah meridlainya.

Karena Allah meridlainya...maka rumah yang penuh ridla itu...dirahmati Allah.

Karena rumah itu penuh rahmat Allah...maka keluarga itu penuh kasih sayang...sehingga jadi makin bahagia.

Karena keluarga itu bahagia...maka anak tidak akan sempat lagi nakal...sebab setiap masalah hidupnya selalu segera mendapat solusi.

Jadi...pada setiap kenakalan anak (mohon maaf)...lokasi perbaikannya...sesungguhnya bukan pada anak...melainkan pada orang tuanya si anak...

Semoga bermanfaat...

#ForumKeluargaBesarGebang
Read More

Senin, 29 Agustus 2016

Gelarku Sarjana dan Menjadi Ibu Rumah Tangga, I'm Fine...

Jadi Ibu Rumah tangga baru pasti familiar dengan kata-kata ini 
"Sekolah tinggi-tinggi kok jadi ibu rumah tangga, eman ya sekolahnya"
"Nggak sayang sama gelarnya, kok mau sih jadi ibu rumah tangga."




Sebagai seorang wanita yang bergelar sarjana lalu pada akhirnya memilih fokus jadi ibu rumah tangga, kadang kita sering menerima tanggapan-tanggapan seperti itu. Ada saja orang yang mencibir atau memandang sebelah mata. Padahal mereka hanya orang asing dan tak memahami kondisi kita yang sebenarnya. Intinya jangan terlalu mendengar omongan orang, kita harus fokus pada pilihan kita menjadi ibu rumah tangga. Toh, kita tidak sendiri kok, banyak wanita diluar sana yang lebih memilih meninggalkan karir demi keluarga.


  • Semua Soal Prioritas yang Kita Buat

Semua hal yang kita miliki dan lakukan ada prioritasnya sendiri. Ada kondisi dan situasi yang memerlukan perhatian yang lebih. Dan kita punya hak untuk membuat pilihan yang terbaik. Memang kadang tak mudah untuk melepaskan sesuatu untuk memperjuangkan sesuatu yang lain. Tapi asal kita bisa bertanggung jawab penuh dengan setiap keputusan yang kita buat, kita pasti akan baik-baik saja.


  • Tak Ada Waktu yang Sia-Sia

Kebersamaan dan memperhatikan tumbuh kembang anak dari waktu ke waktu, semua itu sangat istimewa sekali ya... Pengalaman saya selama 1,5 tahun meninggalkan anak demi pekerjaan, membuat saya menyesal "kenapa gak dari dulu saja mengasuh anak sendiri". Ini benar-benar keajaiban melihat tumbuh kembang anak menjadi lebih baik dan lebih sehat semenjak saya ada didekatnya. Semua tak ada yang pernah jadi sia-sia. Banyak pengalaman dan momen yang tak akan pernah terulang kembali. Bahagia tetap bisa kita dapat dalam kehangatan keluarga.


  • Jangan Buang Waktu Mendengar Cibiran Orang

Kalau menuruti dan mendengarkan cibiran orang lain, yakin deh kita bakal capek sendiri. Lebih baik diam dirumah merawat dan fokus pada anak dan suami. Memang hal yang lumrah kalau kita kesal dan marah dengan mereka yang mencibir dan menghakimi jalan hidup yang kita pilih. Hanya saja, nggak perlu terlalu dipikirin. Waktu dan energi kita terlalu berharga untuk mereka yang bisanya cuma mencibir orang lain. Lebih baik fokus untuk memberikan yang terbaik dalam tumbuh kembang anak.


  • Kita Bukan Ibu yang Sempurna, Tapi Kita Bisa Memilih untuk Bahagia

Menjadi ibu yang sempurna, kita pasti punya angan yang seperti ini. Memberikan semua yang terbaik untuk anak dan keluarga. Menjadi seseorang yang bisa diandalkan sekaligus dicintai oleh orang-orang terdekat kita. Hanya saja kita juga menyadari kalau diri kita juga punya kelebihan dan kekurangan. Masih banyak hal dari diri kita yang perlu terus diperbaiki. Tapi dari itu semua, kita selalu bisa memilih untuk bahagia. Menciptakan kebahagiaan kita sendiri dengan orang-orang tersayang kita.

Tak ada yang sia-sia dari pengalaman dan pelajaran yang kita dapat di bangku kuliah. Bahkan itu semua bisa jadi bekal kita untuk mendidik anak jadi lebih pintar dan cerdas. Ingat "Guru terbaik adalah seorang ibu". Memastikan semuanya bisa berjalan dengan baik dan memberikan semua yang terbaik untuk anak serta keluarga. Setuju?
Read More